fbpx

Abu Syamsudin, Pemuda yang Berjalan Kaki 6 Bulan dari Jepara ke Gunung Kerinci Tiba di Puncak

Keringat dan mungkin darah sudah dicucurkan oleh Abu Syamsudin, pemuda asal Jepara yang bertekad menempuh perjalan ribuan kilo meter hanya dengan berjalan kaki.

Berangkat dari Purwogondo sejak bulan September 2019 Abu hanya bermodalkan sandal sederhana dan pakaian seadanya, bertekad menempuh ratusan kilometer demi mencapai puncak tertinggi Gunung Kerinci.

Sejak terpantau oleh netizen, perjalanan panjang Abu Syamsudin menuju Kerinci, Jambi menjadi magnet di media sosial dan juga media berita online. Jika dicoba cari di Google, namanya muncul di ratusan media yang menjadi gambaran betapa takjubnya orang akan kegigihannya.

Berikut sekelumit wawancara kami dengan Abu Syamsudin ketika bermalam di Family Homestay & Resort. Obrolan bersama Abu sungguh berkesan, karena suaranya yang khas jawa dan jawabannya yang sangat polos.

Di Facebook dan media sosial lainnya, ribuan komentar dan likes memberinya dukungan dan semangat. Tak heran jika sambutan warna Jambi dan Kerinci sungguh luar biasa.

Tiba di Puncak Tertinggi

Pengorbanan Abu Syamsudin akhirnya terbayarkan, pada tanggal 16 Maret 2020 pukul 6.35, pemuda kelahiran 1991 itu menginjakkan kaki di puncak Gunung Kerinci ditemani oleh beberapa pendaki lainnya yang kemudian memberinya pelukan hangat. Wajahnya nanar, tampak terharu di sela-sela binar mukanya yang lelah karena tenaga yang terkuras.

Berikut adalah video yang kami abadikan tepat ketika Abu menginjakkan kaki di puncak tertinggi.

Setelah menikmati keindahan puncak, pada jam 5.15 pagi, 17 Maret 2020, Abu dan rombongan turun menuju kembali ke shelter 3.

Siapakah Abu Syamsudin?

Abu merupakan putra ke 5 dari 6 bersaudara yang lahir di keluarga sederhana pada tahun 1991 silam. Keseharian bekerja sebagai karyawan fotocopy dari tahun 2016 dan berhenti bekerja untuk melanjutkan hobbinya mengenali dan mencintai negeri ini.

Terinspirasi dari REINHOLD MEISSNER, pendaki yang telah membuat karir pendakian yang hampir mustahil, dan dia dianggap salah satu pendaki terbesar dalam sejarah. Pada tanggal 8 Mei 1978, Messner menyelesaikan pendakiannya di Gunung Everest tanpa tambahan oksigen.

Itu adalah suatu prestasi yang sebelumnya dianggap mustahil dapat diwujudkan. Selain itu, Messner telah mendaki 14 puncak dunia dengan ketinggian lebih dari 8.000 meter diatas permukaan laut. Messner juga seorang penulis, politisi, dan pengusaha. Dan yang mempatenkan Cartenz Piramyd menjadi salah satu dari 7 puncak dunia.

Disambut Antusias

Alhamdulillah luar biasa sambutan warga Kerinci dalam penyambutan Mas Sam ini. Dari mulai Markeh Merangin sampai ke Sungai Penuh dan dipandu langsung oleh om @Dedi Matto dengan rombongan yang penuh antusias menyambut Sam yg rela berjalan kaki untuk naik G. Kerinci.

Warga Kerinci penuh suka cita dan Uforia menyambut beliau melebihi artis. Begitulah kearifan lokal kerinci yang memegang teguh budaya penuh keramah-tamahan dalam menyambut tetamu terlebih yang memberi apresiasi pengorbanan nan luar biasa.

Lihat saja. Tak hanya rakyat, Anggota dewan nya pun cukup tanggap dalam mengapresiasi. Saluut pak dewan Reno Efendi, ST terlebih protokoler bupati yang memantau terus kehadiran Sam ini. Menjulang tinggi kita wisata kerinci saat semua lini besinergi.

Perjalanan Abu ke puncak tertinggi mendapatkan pengawalan dari beberapa pendaki, dari tahap awal, kemudian sampai shelter 3 dan akhirnya di puncak.

Perjalanan Abu Syamsudin adalah sebuah pelajaran sekaligus penyemangat bagi kita. Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada berbagai pihak yang memberikan dukungannya, baik dalam bentuk motivasi, tenaga, materi dan pikiran, antara lain APGI Kerinci, Kerinci Paradise, Fresco Trip, Jetz Hiker dan Andre Tupai. Kalian luar biasa!!

Foto-foto Pendakian Abu Syamsudin ke Puncak

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *