fbpx

Pesona di Balik Danau Gunung Tujuh Kerinci

Desa Pelompek di Kecamatan Kayu Aro, Jambi ternyata menyimpan destinasi wisata yang tidak kalah menarik dari Gunung Kerinci di Desa Kersik, yaitu Danau Gunung Tujuh. Danau Gunung Tujuh Kerinci yang terbentuk akibat letusan yang menyebabkan kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau.

Sesuai dengan penamaan danau tersebut, danau ini dikelilingi oleh tujuh gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo, Gunung Hulu, Gunung Hulu Sangir, Gunung Madura Besi, Gunung Lumut, Gunung Selasih, Gunung Jar Panggang, dan Gunung Tujuh. Di beberapa gunung ini merupakan sumber mata air yang tidak pernah habis.

Danau Gunung Tujuh ini berada di ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut dapat dibayangkan betapa dinginnya air tersebut. Penduduk lokal yang hidup di sekitar danau menjadikan danau tersebut sebagai mata pencaharian utama mereka. Beberapa masyarakat berprofesi sebagai nelayan dan mereka mencari ikan di danau tersebut. Selain menjadi tempat mencari mata pencaharian, Danau Gunung Tujuh di Kerinci menjadi destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi.

Danau Gunung Tujuh Kerinci

Pendakian dari gerbang Taman Nasional Kerinci Seblat menuju Danau Gunung Tujuh memerlukan waktu dari dua sampai tiga jam. Jika anda berkunjung ke Danau Gunung Tujuh, anda bisa menyewa sampan dan dayung nelayan untuk menjelajahi luasnya danau tersebut. Danau ini menampilkan pemandangan yang masih asri ditambah dengan kejernihan dan kebersihan air danau.

Di balik keindahan danau ini, ternyata ada cerita rakyat yang sangat melegenda di lingkungan masyarakat setempat. Masyarakat meyakini Danau Gunung Tujuh merupakan tempat berdiamnya kekuatan supranatural dari dua makhluk halus yang menjaganya yaitu Lbei Sakti dan Saleh Sri Menanti dengan pengikutnya yang berwujud harimau.

Penuturan lain menceritakan bahwa danau ini dihuni sepasang naga. Naga jantan menghuni danau dan naga betina menghuni hulu sungainya. Misteri lain yang diyakini warga kerap terjadi di danau ini adalah perubahan cuaca secara tiba-tiba hingga menghilangnya dedaunan yang jatuh dari pohon sekitar danau. Sejumlah keanehan inilah yang kemudian membuat warga menyebut danau ini dengan sebutan Danau Para Dewa.

Bukan hanya itu, konon di danau ini juga dihuni oleh sepasang naga. Naga jantan menghuni danau dan naga betina menghuni hulu sungainya. Bukan hanya cerita sepasang naga, cerita yang berkembang di masyarakat antara lain misteri orang pendek dengan kaki terbalik.

Orang yang dimaksudkan ialah orang yang memiliki tubuh dengan tinggi badan 50 cm yang menyerupai manusia dan orangutan, tidak berekor dan telapak kaki menghadap ke belakang. Dia bisa menghilang secepat kilat. Danau Gunung Tujuh Kerinci juga menjadi salah satu danau yang memiliki kekayaan flora dan fauna terbesar di pulau Sumatera dan merupakan wilayah yang ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Danau Gunung Tujuh Kerinci menyimpan sejuta eksotisme yang memanjakan mata. Kesunyian dan keindahan kabut tipis di permukaan airnya begitu menghipnotis, memberikan kenyamanan dan keindahan yang tiada duanya.

Danau Gunung Tujuh Kerinci, merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Banggalah menjadi bagian penduduk Indonesia. Negara yang kaya budaya, flora dan fauna, serta ragam suku budaya dan agama. Jangan pernah meragukan destinasi wisata dalam negeri sendiri.

Karena kenyataannya masih banyak lagi tempat yang menakjubkan di Indonesia yang masih belum terekspose dengan baik. Tertarik untuk berkunjung ke Danau Gunung Tujuh? Ayo kita ke Jambi dan jangan lupa singgah di Danau Gunung Tujuh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *